Proyek Rehabilitasi Muara Sungai DPUPR di Duga Tak Sesuai RAB

Proyek Rehabilitasi Muara Sungai DPUPR di Duga Tak Sesuai RAB

42 views
0
SHARE

Kabarone.com, Cirebon – Proyek rehabilitasi sarana prasarana muara sungai & pengaman pantai tahun anggaran 2016 & 2017 di duga di kerjakan oknum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB)
Informasi yang di himpun media ini menyebutkan kegiatan rehabilitasi sarana prasarana muara sungai & pengaman pantai tahun anggaran 2016 & 2017 di duga ” dikuasai ” oknum DPUPR Kabupaten Cirebon beritial Cp.
Sebelum ada pemenang tender Cp melakukan lobi-lobi kepada perusahaan yang ditengarai mendapatkan kegiatan rehabilitasi sarana prasarana muara sungai & pengaman pantai tahun anggaran 2016. ” Tentu Cp tidak bekerja sendirian melainkan ada pihak lain yang membantu dan pihak ketiga sebagai penyandang dananya,” kata Ujang salah seorang yang ngesub borong tenaga kerja.
Cp sebagai pelaksana proyek tetapi seolah-olah Cp petugas DPUPR Kabupaten Cirebon untuk mengawasi proyek. ” Cp ibaratnya pisau bermata dua. Cp mempunyai peran ganda sebagai pembantu pengawas dan pelaksana kegiatan. Jadi yang belanja material ya Cp juga ” paparnya.
Seperti CV.AW proyek Rehabilitasi Pemeliharaan Muara Sungai Anak Musti Kec Gebang biaya Rp.313.925.00,- dan CV. SPS Rehabilitasi Pemeliharaan Muara Sungai Ampel & Sungai Klampis Kec Gebang Rp 334.083.000,- , ” Tim kamilah yang ngesub borong tenaga kerja, ” ungkapnya.
Karena kerja borong cara kerjanya asal cepet selesai yang penting capai target. Sehingga tidak memikirkan kualitas dan yang secara kasat mata kelihatan ada bentuknya. Kemudian dibayar upah kerja sesuai perjanjian,” jelasnya.
Namanya pekerjaan borongan dengan upah kerja pas-pasan ya asal jadi saja. Jadi bisa diterka hasilnya baik dari kedalaman galian maupun perbandingan campuran pasir dan semen. Sehingga bisa dilihat tidak dapat bertahan lama, bahkan sering terjadi proyek baru selesai tak lama bangunannya ambruk, ungkapnya.
Kalau bangunan tak roboh, maka bangunan dapat dipastikan tidak dapat bertahan lama. Berbeda dengan kualitas bangunan saat penjajahan dulu, bukti sejarah faktanya pisik bangunan jaman Belanda sampai sekarang masih ada, tandasnya
Padahal saat itu perbandingan material bangunan belum pakai semen. Sekarang meskipun pelaksanaannya disurvei dan di analisa terlebih dahulu dengan tenaga ahli yang mempunyai disiplin ilmu yang sesuai bidangnya baik itu namanya arsitek atau insinyur. Akan tetapi pelaksanaan kegiatan tidak sesuai RAB, sebab saat sampai pada pelaksana amggaran sudah ” bocor”. Apalagi proyek di ” jual-belikan ” atau di subkontraktor, maka apa jadinya hasil pekerjaannya, tegasnya
Setelah selesai proyek tahun anggaran 2016, kemudian Cp melanjutkan pekerjaan empat kegiatan rehabilitasi sarana prasarana muara sungai & pengaman pantai tahun anggaran 2017 CV. PP & CV.CPU proyek Rehabilitasi Pemeliharaan Muara Sungai Kec. Losari dan Kecamatan Gebang, pungkasnya.
Sementara Koordinator Pengawasan Wilayah Timur DPUPR Kabupaten Cirebon, Suhono ketika dikonfirmasi melalui handphone Kamis (11/1) membenarkan Cp yang di perbantukan mengawasi pekerjaan DPUPR di wilayah Kecamatan Gebang & Losari.
Bahkan Cp terlihat aktif di lokasi untuk pengadaan barang (material) proyek dan foto-foto kegiatan. Adapun kalau Cp ” merangkap” kegiatan pihaknya tidak yakin. ” Kalau Cp ngesubkontkan proyek silahkan tanya sama pemborongnya,” pintanya.
Sedangkan Sekertaris DPUPR Kabupaten Cirebon, Ir. Hj. Nuzulul Ainy saat di konfirmasi media ini melalui handphone sampai berita ini ditulis belum memberikan klarifikasi.
” Padahal sebelumnya mau cek dulu nama Cp, karena tenaga honorer dari peralihan Dinas Sumber Daya Air & Pertambangan itu banyak, ” kata Ir.Hj. Nuzulul Ainy yang juga sebagai Pejabat Pengelola Informasi & Dokumentasi DPUPR.***mulbae

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY