Pencemaran Limbah PT. KTM Semakin Parah, Warga Melakukan Gerakan Aksi Demo

Pencemaran Limbah PT. KTM Semakin Parah, Warga Melakukan Gerakan Aksi Demo

286 views
0
SHARE

Kabarone.com, Lamongan – Aksi demonstrasi (turun jalan) yang di lakukan oleh sekelompok MPC Pemuda Pancasila Lamongan ke PG. PT. KTM, Selasa, (4/4/2017). Aksi ini dipicu oleh bau menyerupai kotoran kucing yang melanda Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Pencemaran lingkungan yang di duga berasal dari Pabrik Gula (PG) PT. Kebun Tebu mas (KTM) yang berada di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Jawa Timur memicu perhatian masyarakat Lamongan pada umumnya.

Menurut peserta demonstrasi limbah yang di rasakan masyarakat lewat udara seperti kotoran kucing dan limbah juga mencemari sungai / Kali Lamong akibat dari pabrik tersebut. Hal ini masyarakat Lamongan pada umumnya merasa terusik ketenangannya,” ujar peserta demo yang tak mau di sebut namanya.

Penanggung jawab aksi demo Andrianto Wicaksono juga selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Lamongan mengungkapkan, limbah yang berasal dari PG. KTM mengakibatkan pencemaran sungai / Kali Lamong juga udara di kawasan Lamongan menjasi tak sedap seperti bau kotoran kucing, hal ini masyarakat merasa terusik atas dampak yang di timbulkan,” ungkap Andrianto.

Di tambahkan oleh Andrianto, peserta aksi demo dengan ratusan massa melakukan tuntutan kepada pihak PG. PT. KTM, yakni aktivitas produksi harus dihentikan, dan harus lakukan menyelesaikan bau busuk yang menyerupai kotoran kucing yang di timbulkan dari limbah pabrik tersebut. Selanjutnya tutup KTM karena sudah merusak lingkungan kami menjasi tercemar.

Serta peserta aksi menuntut PG. PT. KTM kepada warga masyarakat agar memberikan kontribusi pelayanan kesehatan dan pendidikan. Peserta aksi juga menolak PG. PT. KTM untuk membuang limbah di sungai / Kali Lamong, karena mencemari lingkungan.

Pada giliran tuntutan terakhirnya, peserta aksi demo meminta Pemerintah Daerah segera melakukan langkah serta mengevaluasi perizinan dan standarisasi dalam pengelolaan limbah.

Pencemaran lingkungan lewat udara yang berasal dari PG. PT. KTM di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur inilah yang memicu reaksi masyarakat sekitar melakukan gerakan aksi. Bau tak sedap yang dirasakan masyarakat menyerupai bau kotoran kucing sudah mencapai radius 20 kilometer dari kota Lamongan,” tambahnya.

Hal senada tentang bau busuk menyerupai kotoran kucing yang mencemari udara wilayah Kabupaten Lamongan juga mencapai radius di wilayah Kecamatan Babat, Kecamatan Pucuk, Kecamatan Sukodadi, Kecamatan Turi dan sekitarnya,” ungkap Pur.

Dalam hal ini warga sekitar pabrik juga tak hanya di suguhi limbah bau tak sedap akan tetapi juga sumber air (sumur-sumur) masyarakat mengalami kekeringan sejak adanya Pabrik KTM, misalnya di tempat kami sumber air tak ada karena di KTM pakai sumur bor. Saat ini masyarakat sekitar pabrik beli air padahal sebelumnya tak pernah kekurangan air,” tutur Zain.

Sependapat pernyataan yang sama di lakukan oleh semua Lembaga Pendidikan se Kecamatan Ngimbang Lamongan baru – baru ini pada tanggal 9 pebruari 2017 yang di tuangkan dalam sebuah surat pernyataan yang di tanda tangani bersama untuk pabrik KTM di Ngimbang, yang isinya

Kami selaku para Kepala Sekolah di Wilayah Ngimbang dengan ini menyatakan :
Dengan adanya pabrik gula di Kecamatan Ngimbang Kab. Lamongan yang lokasinya di Desa Lamongrejo menimbulkan banyak dampak negatif pada siswa, siswi dan guru yang melakukan kegiatan belajar mengajar, karena disebabkan bau busuk yang aromanya tidak enak setiap hari yang datang dari pabrik gula, Bau itu datangnya dari arah angin jadi setiap saat dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar.

TUNTUTANnya :
– Mohon pengelolah limbah yang menimbulkan bau tidak enak segera di tertibkan.
– Bila mengganggu terus menerus harus mengganti produk yang lain.
Demikian surat pernyataan bersama ini kami buat dengan sebenarnya untuk di pertimbangkan. Dan selanjutnya di tanda tangani oleh Lembaga Pendidikan di Kecamatan Ngimbang,” ungkap Saidi.

Di katakan juga bahwa PG. PT. KTM diminta untuk menghentikan kegiatan produksi, sebelum permasalahan bau busuk seperti kotoran kucing dan pencemaran sungai / Kali Lamong belum di selesaikan.

“Di Kecamatan Cukir Kabupaten Jombang juga ada pabrik gula sejak jaman belanda berjalan normal sampai sekarang tanpa mencemeri lingkungan, kenapa di pabrik gula satu – satunya di Lamongan ini berdampak mencemari lingkungan ? Hal ini kalau tidak diatasi segera, kami minta KTM di tutup,” ujar Wicaksono.

Alhasil akhirnya Ir. Adi Prasongko, M.Sc. atas Nama Direksi PT. KTM angkat bicara yang kemudian di teruskan untuk membuat surat pernyataan bermatrai yang berisi, ia mewakili Direksi PT. Kebun Tebu Mas. Bahwa, pada hari selasa 04 April 2017 terjadi aksi damai dari Pemuda Pancasila di PT. Kebun Tebu Mas, Ngimbang Lamongan.

Dari hasil pembicaran dengan lima wakil pengunjuk rasa bersama direksi Kebun Tebu Mas yang saya wakili, maka ada beberapa kesepakatan / tuntutan dari pengunjuk rasa sebagai berikut :
1. PT. KTM akan menyelesaikan bangunan bak ekaluasi selama 120 hari atau di selesaikan bulan akhir Juni 2017.
2. PT. KTM  akan segera menyelesaikan masalah bau limbah.
3. PT. KTM akan menjalin dan meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat di sekitar PT. KTM. Surat pernyataan di tanda tangani oleh perwakilan direksi PT. KTM Ir. Andi Prasongko, M.Sc. ,”pungkasnya (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY