Moderenisasi Nelayan, Pemprov Kaltara Bangun SCC

Moderenisasi Nelayan, Pemprov Kaltara Bangun SCC

108 views
0
SHARE

Kabarone.com, Kaltara – Mengejar ketertinggalan dalam urusan teknologi serta untuk meningkatkan jumlah tangkapan ikan bagi nelayan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menjalin kerja sama dengan PT Media Rekayasa Lintas (Marlin). Kerja sama itu dilakukan dalam bentuk pengembangan teknologi sistem navigasi nelayan, Smart Fishery.

Disebutkan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, dengan Smart Fishery maka nelayan Kaltara dalam menjalankan usahanya, akan ditopang dengan teknologi sistem navigasi yang cukup lengkap. Sehingga memudahkan mereka untuk memanfaatkan hasil laut berupa ikan dengan optimal. “Smart Fishery adalah sistem navigasi nelayan yang dapat memberikan informasi mengenai daerah potensi penangkapan ikan, kondisi cuaca, sehingga dapat mempersingkat waktu melaut dan meningkatkan produktivitas nelayan,” kata Gubernur dengan didampingi kepala DKP Provinsi Kaltara H Amir Bakri, Kamis (6/7).

Secara ekonomis, penggunaan perangkat berbasis jaringan internet ini, akan menghemat penggunaan biaya operasional nelayan. “BBM (Bahan Bakar Minyak) jauh lebih hemat penggunaannya. Sebab, nelayan tak lagi mencari ikan, tapi benar-benar menangkap ikan karena lokasi tangkapan sudah diketahui,” ucap Gubernur.

Sedangkan untuk pemerintah, dukungan teknologi yang menggunakan basis data penginderaan jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ini akan memudahkan untuk mengetahui data log melaut kapal, data nelayan aktif serta pembuatan analisa produktivitas nelayan. “Menurut pihak Marlin, tingkat akurasi informasi daerah potensi tangkapan ikan sekitar 85 persen. Dan, nyaris 0 persen klaim kesalahan dari penggunanya sejauh ini,” urai Gubernur.

Untuk penggunaannya secara personal, aplikasi Smart Fishery secara khusus ‘ditanamkan’ kedalam perangkat telepon seluler (Ponsel) berbasis Android, atau tablet. Sebagaimana aplikasi ponsel umumnya, pengguna akan disajikan tampilan peta secara digital, dan titik potensi penangkapan ikan di perairan termasuk rumpon. Aplikasi ini juga menyediakan fitur kondisi cuaca di perairan serta keselamatan yang dapat digunakan pada saat kondisi darurat. “Teknologi ini sudah cukup lama diterapkan nelayan di luar Kaltara. Seperti di Gorontalo, Indramayu, Jember dan daerah lainnya. Dan, tingkat tangkapan nelayan disana cukup baik,” ulas Gubernur.

Guna memperkenalkan lebih dekat penerapan teknologi kepada nelayan di Kaltara, DKP akan membangun tiga titik Sub Command Center (SCC) di Kaltara. Yakni, SCC DKP Provinsi Kaltara, Kabupaten Bulungan; SCC Pelabuhan Perikanan Tarakan, Kota Tarakan dan SCC Pelabuhan Perikanan Sebatik, Kabupaten Nunukan. “Rencananya, sebelum setiap nelayan menggunakan teknologi ini melalui tablet atau ponsel berbasis Android , DKP akan melakukan ujiterap dengan SCC. Jadi, nanti nelayan, sebelum melaut, cukup mendatangi titik SCC untuk mengetahui lokasi penangkapan ikan yang potensial, kondisi gelombang, arah angin, dan lainnya,” ungkap Gubernur.

Di setiap SCC akan dilengkapi dengan perangkat media publikasi berupa televisi layar lebar yang menampilkan fitur-fitur seperti dalam aplikasi Smart Fishery.“Harapannya, setelah mengetahui manfaat teknologi ini, nelayan dapat membeli produk tersebut secara pribadi. Harganya pun tak terlalu mahal, hanya Rp 3,5 juta per tablet yang sudah memiliki aplikasi Smart Fishery,” urai Gubernur.

Soal ketergantungan pada jaringan internet, H Gubernur mengakui bahwa hal tersebut sudah diantisipasi pihak pengembang. “Menurut pihak Marlin, bila jaringan seluler gangguan, data potensi penangkapan ikan yang sudah ada masih valid untuk 5 hari kedepan. Jadi, tak ada masalah,” paparnya. Soal overfishing di satu titik penangkapan, pun tak perlu dikhawatirkan. Sebab, peta potensi penangkapan ikan yang ditampilkan memiliki radius hingga 3 kilometer.(hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY