Masyarakat Tanjung Selor Deklarasikan Gerakan Masyarakat Zero DBD

Masyarakat Tanjung Selor Deklarasikan Gerakan Masyarakat Zero DBD

454 views
0
SHARE

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah ditemukan di semua kecamatan di Kabupaten Bulungan di mana 70 persen di antaranya merupakan kecamatan endemis DBD. Artinya setiap tahun selama 3 tahun berturut-turut dilaporkan kasus DBD ditemukan di kecamatan tersebut.

Kegiatan Deklarasi Gerakan Masyarakat Zero DBD dan Sosialisasi Pilkada 2015 di Kecamatan Tanjung Selor berlangsung di ruang serbaguna Kantor Bupati Bulungan, Kamis (03/12). Kegiatan serupa sebelumnya berlangsung di kecamatan lain di Bulungan.

Camat Tanjung Selor, Errin Wiranda, SE mengungkapkan, sepanjang 2015 ditemukan 26 kasus penyakit DBD, 3 kasus malaria dan 32 kasus chikunguya di wilayahnya. Pada 2014, Kecamatan Tanjung Selor menempati peringkat pertama tertinggi kasus DBD, peringkat kedua ditempati Kecamatan Sekatak. Sementara tahun ini, Kecamatan Sekatak menempati posisi pertama.

Kemudian terdapat 830 KK rumah tangga miskin di Kecamatan Tanjung Selor yang terdiri 9 desa, terbanyak dibanding kecamatan lain se-Bulungan, di mana sebanyak 430 KK belum memiliki jamban. Maka itu perlu meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana mencegah DBD dengan gerakan 3M Plus.

“Kita juga akan tingkatkan kerja bakti massal setiap bulan khususnya di wilayah yang sering terjadi kasus DBD, seperti di Jl Semangka, Jl Jelarai, Jl Sengkawit dan daerah Sabanar Lama,” ucapnya. Dijelaskan, obat untuk mencegah atau mengobati penyakit DBD sampai saat ini belum ada sehingga satu-satunya cara untuk memberantas penyakit ini adalah dengan membasmi nyamuk penularnya. Perlu kebersamaan dalam memberantas DBD, tidak bisa sendiri-sendiri karena jika hanya dilakukan perorangan akan memberikan hasil yang tidak maksimal.

Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

“Selain gerakan 3M ada pula kegiatan plus atau tambahan untuk memberantas DBD,” imbuhnya. Kegiatan plus itu antara lain dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memakai obat nyamuk, menggunakan kelambu, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar atau rusak dan sebagainya.

Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, dr Hj Aryani Arsyad, MKes dalam kesempatan sama menambahkan, DBD merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian, namun sebetulnya sangat mudah diberantas. Yaitu dengan cara 3M Plus. Gerakan ini tidak memerlukan biaya yang mahal dan dapat dilaksanakan siapa saja.

“Jika kita serius, memiliki komitmen yang kuat dan mau bekerjasama maka penyakit DBD ini pada akhirnya dapat kita hilangkan,” tegasnya. (Mudi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY