Guru Adalah Garda Terdepan Dalam Amanah Mencerdaskan Bangsa

Guru Adalah Garda Terdepan Dalam Amanah Mencerdaskan Bangsa

533 views
0
SHARE

Kabarone.com, Bulungan – Orangtua adalah pendidik pertama dan utama namun guru adalah orang pertama yang berkesempatan melihat dari dekat wajah masa depan negeri ini. Bapak Ibu Guru berada di garda terdepan menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Pj Bupati Bulungan, Syaiful Herman membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam peringatan Hari Guru 2015 yang dirangkai dengan peringatan HUT KORPRI ke 44 di halaman Kantor Bupati Bulungan, Senin (30/11).

Dijelaskan, peringatah Hari Guru merupakan apreasiasi dan terima kasih dari pemerintah atas semua pengabdian guru, namun tanggungjawab besar sebagai guru itu jangan dipandang sebagai beban tapi sebagai kehormatan untuk menumbuhkan generasi baru yang tercerdaskan.

“Kita ingat republik ini dirintis dan didirikan oleh kaum terdidik pada zamannya yang merasakan pengajaran, pendidikan dan pencerahan,” ungkapnya.

Hal ini menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanah yang harus ditunaikan dan kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya.

“Ki Hajar Dewantara menyebut tempat belajar sebagai taman. Artinya pendidikan memang harus menjadi sebuah proses pembelajaran menyenangkan walau penuh tantangan. Pendidikan tidak boleh terasa sebagai penderitaan. Sekolah harus terasa menyenangkan,” tandasnya.

Diterangkannya, sekolah menyenangkan adalah sekolah di mana semua ikut terlibat, baik guru, siswa maupun orangtua ikut mendukung pembelajaran bersama dan menjadi teladan bagi komunitasnya. Sekolah menyenangkan hanya bisa terjadi bila para guru pun terus belajar dan terus berkarya.

Pemerintah juga terus memberi ruang bagi guru untuk terus berkarya dan mengembangkan diri secara mandiri maupun bersama-sama. Sehingga guru dapat hadir sebagai pembelajar, pendidik, pemimpin bagi anak didik, pengirim pesan harapan, serta menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan.

“Ibu dan Bapak Guru yang membuat lonceng masuk sekolah layaknya pertanda dimulainya sebuah petualangan menyenangkan di sekolah,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Guru 2015 ini, para guru pun diajak untuk terus belajar dan mengembangkan diri, bukan untuk pemerintah, bukan untuk kepala sekolah dan bukan untuk kantor dinas, tapi karena memang sejatinya setiap pendidik adalah pembelajar. (Mudi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY