Gubernur Kaltara Serahkan Dana Hibah Rp 1,5 Miliar untuk Universitas Borneo Tarakan

Gubernur Kaltara Serahkan Dana Hibah Rp 1,5 Miliar untuk Universitas Borneo Tarakan

135 views
0
SHARE

Kabarone.com, Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menyerahkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk Universitas Borneo Tarakan (UBT). Penyerahan dilakukan di sela-sela pemberian pembekalan oleh Gubernur kepada 600 lebih mahasiswa UBT yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lantai IV Gedung Rektorat Kampus UBT Pantai Amal, Tarakan Timur, Selasa (4/7) siang.

Diterangkan, sesuai usulan dari pihak UBT, dana sebesar Rp 1,5 miliar tersebut, akan dipergunakan untuk beberapa hal. Antara lain, untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian. Kemudian peningkatan kapasitas dosen, seperti untuk membantu biaya dosen yang akan melanjutkan kuliah S3 atau Doktoral, serta untuk mendukung kegiatan mahasiswa maupun di kampus.

“Dana hibah ini sudah jelas alokasinya nanti, karena sesuai dengan usulan dari pihak UBT. Dari Rp 1,5 miliar itu dibagi tiga. Rp 1,1 miliar untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian. Dana itu untuk dosen-dosen yang melanjutkan S3, yaitu untuk penelitian. Tujuannya untuk meningkatkan status para dosen dari yang sebelumnya lektor, ke lektor kepala hingga ke guru besar. Termasuk biaya untuk publikasi ilmiah yang semua membutuhkan dana,” jelas Gubernur yang ditemui usai memberikan pembekalan.

Gubernur mengatakan, dana hibah yang diberikan masih relatif kecil. Ini disesuaikan dengan kemampuan daerah. Sebagai daerah baru, Kaltara berupaya membantu dunia pendidikan, meski dengan besaran yang belum begitu besar. “Jadi bukan kali ini saja kita akan membantu. Secara berkelanjutan kita akan terus bantu dunia pendidikan yang ada di Kaltara,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa UBT yang akan mengikuti KKN di 40 desa di kabupaten dan kota se Kaltara. Ada beberapa pesan penting yang disampaikan Gubernur. Salah satunya, kepada para mahasiswa yang akan terjun ke lapangan untuk mengikuti KKN, harus mempersiapkan mental. “Mental harus disiapkan agar bisa beradaptasi saat berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena kegiatan KKN ini merupakan masa transisi, dari dunia kampus untuk melakukan pengabdian ke masyarakat. Ini akan menjadi pembelajaran bagi para mahasiswa,” ujar Irianto.

Selain itu, lanjutnya, sebagai bekal saat mengikuti KKN ada tiga hal penting. Yaitu, menjaga etika pergaulan, etika berbicara dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan. Sehingga saat berada di tengah masyarakat tidak terjadi hal-hal yang tidak baik. “Saya yakin para mahasiswa yang KKN ini mampu beradaptasi dengan cepat. Saya juga berharap kepada para dosen pembimbing melakukan asistensi, pengawasan dan pembimbingan yang baik. Sehingga para mahasiswa ini, nanti bisa memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri maupun masyarakat,” urainya. Irianto juga menginginkan adanya dukungan para tokoh masyarakat, termasuk perusahaan-perusahaan di lokasi KKN terhadap para mahasiswa ini.(hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY