Gubernur Apresiasi Kepercayaan Pemerintah Pusat

Gubernur Apresiasi Kepercayaan Pemerintah Pusat

143 views
0
SHARE

Kabarone.com, Tarakan – Perhelatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-24 di Kota Tarakan resmi diluncurkan, kemarin (21/5). Peluncuran STQ Nasional itu dilakukan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza.

Pada launching event dua tahunan itu, hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Prof H Muhammadiyah Amin, Asisten Deputi (Asdep) Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sahlan, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun, Wali Kota Tarakan Sofian Raga, dan pejabat lainnya.

Pada sambutannya, Gubernur mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat, utamanya Kemenag kepada Provinsi Kaltara untuk menggelar STQ Nasional ke-24. Terlebih istimewa, perhelatan yang digelar pada Juli nanti, adalah STQ terakhir.

“Memang tak mudah meraih kepercayaan itu. Dan, untuk menentukan siapa yang layak menjadi tuan rumah perhelatan nasional, seperti STQ misalnya, tak sembarangan. Salah satu poin pentingnya, adalah kemampuan untuk dipercaya, bergerak cepat dan mampu menunaikan amanah dengan bertanggungjawab,” kata Irianto.

Diingatkan Gubernur, pada perhelatan nasional ini, pihak penyelenggara sedianya mampu mewujudkan asa pemerintah pusat, terkait efektivitas dan efisiensi anggaran. “Presiden (Joko Widodo) sudah menginstruksikan untuk mengurangi kegiatan seremonial, dan lebih mengutamakan kegiatan riil dengan pendanaan yang efektif dan efisien. Ini baik sekali, karena nyaris triliunan rupiah habis untuk kegiatan seremonial selama ini,” ujar Irianto.

Terlebih, nyaris di seluruh daerah mengalami defisit anggaran, tak terkecuali Kaltara. Maka langkah penggunaan anggaran dengan pertimbangan matang menjadi penting. “Untuk STQ ini, Pemprov Kaltara mengucurkan dana hibah Rp 7 miliar. Sejurus dengan semangat efektivitas dan efisiensi itu, diharapkan penggunaan dana hibah dapat dikelola penyelenggara STQ dengan tepat dan bertanggung jawab,” pesannya.

Guna menegaskan penggunaan dana hibah untuk STQ itu, Gubernur pun mengarahkan pendampingan dari Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. “Dana hibah ini, penggunaannya jangan dipaksa untuk dimaksimalkan. Justru, kalau ada saldo tersisa, itu lebih baik. Jadi, diefisienkan pemanfaatannya, dan saldo tersisa dapat digunakan untuk kegiatan lainnya. Seperti memperbaiki rumah kaum dhuafa, membantu pengembangan ekonomi kerakyatan dan lainnya,” papar Irianto.

Dijelaskan Gubernur, pemberian dana hibah sebesar itu, bukan berarti Kaltara tak defisit anggaran. Sebab, dari hasil pembicaraannya dengan pimpinan wilayah (gubernur) yang pernah menghelat STQ Nasional, dana hibah yang digunakan jauh lebih besar. “Pada STQ Nasional yang digelar di Babel (Bangka Belitung), dari diskusi saya dengan Gubernur Babel, dana hibah yang dikucurkan sekitar Rp 20 miliar. Dan, oleh Gubernur Babel, dana hibah dan momen STQ itu dimanfaatkan untuk membangun dua masjid yang megah, dan ini bentuk kepintaran pimpinan wilayah memanfaatkan momentum,” urai Irianto. (hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY