Akibat Air Ledeng Tidak Ngalir, Komisi II DPRD Cirebon Akan Tindak  PDAM...

Akibat Air Ledeng Tidak Ngalir, Komisi II DPRD Cirebon Akan Tindak  PDAM Tirta Jati 

21 views
0
SHARE

Kabarone.com, Cirebon – Setelah mendengar ada ratusan konsumen  PDAM Tirta Jati dari warga Desa Kalianyar dan Desa Panguragan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon tidak mendapatkan air ledeng salah seorang anggota DPRD baru akan ambil tindakan.

“Saya baru mengetahui dari anda (wartawan) kalau ada konsumen PDAM Tirta Jati tidak dapat air sebagaimana mestinya ,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno, SH.

“Ya kang trims, nanti kita tindak lanjut,” jawab Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno, SH saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp (WA) Sabtu (25/11)

Fungsi kontrol anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon patut dipertanyakan. Pasalnya konsumen dari Desa Kalianyar Kecamatan Panguragan sudah lama tidak mendapatkan pelayanan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jati Kabupaten Cirebon air ledeng tidak “ngocor” ke konsumen kenapa tidak ada tindakan sama sekali.

“Seharusnya sebagai wakil rakyat (anggota DPRD) peka terhadap kondisi masyarakat dan turun langsung agar mengetahui kondisi sebenarnya apa yang terjadi di lingkungan dan apa-apa yang di butuhkan masyarakatnya.”

Demikian disampaikan sejumlah konsumen PDAM Tirta Jati warga Desa Kalianyar Kecamatan Panguragan kepada media ini Rabu kemarin saat mendapat survai Tim PDAM Tirta Jati Cabang Arjawinangun.

“Jangan minta dukungan masyarakat pada saat menjelang Pemilu Legislatif saja dan setelah duduk lupa akan janji-janjinya saat kampanye yang katanya akan membela kebenaran dan keadilan terhadap masyarakat,” ungkapnya.

PDAM Tirta Jati sudah lama tidak menyuplai air pada konsumen Kalianyar. Hingga terpaksa beli air galon untuk keperluan masak dan minuman. Pihak PDAM tidak tanggap terhadap kebutuhan air minum konsumen, meski “teriakannya” di muat sejumlah media massa dan juga tidak ada wakil rakyat yang peka terhadap persoalan rakyatnya, jelasnya.

Dampak lambat penanggulannya, maka masyarakat yang dirugikan. Hingga menambah beban pengeluaran karena harus beli air galon & bayar beban rekening PDAM. ” Jadi jika belum ada pelayanan yang benar, maka mulai bulan ini tidak akan bayar tagihan rekening PDAM,” ancam salah seorang konsumen, H.Maman sambil memperlihatkan bukti pembayaran rekening PDAM bulan lalu.

Menurut H. Maman konsumen yang tidak dapat menikmati air ledeng itu bervariasi, ada yang baru dua bulan sampai sudah dua tahun tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.

Jadi kewajiban membayar tagihan rekening PDAM setiap bulannya akan ditangguhkan Karena biaya beban yang ditanggung setiap bulannya sementara dialihkan untuk membeli air galon, pinta H.Maman.

Selain itu selama pelayanan air ledeng tetap masih jauh dari harapan, maka pihaknya bersama konsumen lain akan melakukan aksi demo ke DPRD dan minta pertanggung jawaban PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon.  ” Kaum ibu yang sudah tidak sabar ingin aksi demonstrasi ke Bupati Cirebon & DPRD,”  tegas H. Maman

Dijelaskan ada konsumen 459 warga Desa Kalianyar, persoalan kelangkaan air dirasakan  konsumen warga Desa Panguragan Lor Kecamatanan Panguragan Kabupaten Cirebon sudah menyampaikan aspirasi buruknya pelayanan dan sangat merugikan konsumen ke cabang & pusat, pungkasnya.

Sementara Kepala Cabang PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon, H.Ade Kusnidar, SH.MH ketika dikonfirmasi media ini didampingi Hubungan Pelanggan Pos Panguragan, Wiyama Rabu kemarin di ruang kerjanya membenarkan banyak menerima pengaduan dari  pelanggan warga Desa Kalianyar dan Desa Panguragan.

Setelah ada pengaduan pelanggan dari Desa Kalianyar & Desa Panguragan pihaknya langsung menindaklanjuti ke para konsumen. ” Memang benar konsumen tidak mendapatkan air ledeng dan minta kebijakan untuk tidak membayar tagihan,” terang Ade.

Hingga para pelanggan PDAM Tirta Jati itu terpaksa beli air pakai drigen sekedar mendapatkan air ledeng dan itupun tidak banyak hanya satu atau dua drigen. ” Ironisnya mereka sulitnya air sekedar untuk air wudhu,” ungkapnya.

Diharapkan pelayanan air bersih, pelanggan warga Desa Kalianyar dan Desa Panguragan segera mendapatkan solusi. “Persoalan kurang debet air  untuk menyuplai pelanggan Desa Kalianyar dan Desa Panguragan adalah kewenangan kantor pusat,”  pungkasnya. (Mulbae)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY