99 Persen Warga Desa Tinondo Indah Tanam Gaharu

99 Persen Warga Desa Tinondo Indah Tanam Gaharu

360 views
0
SHARE
Tanaman Gaharu yang ditunjukkan Kepala Desa Tinondo Indah Kec. Oheo, Kab. Konawe Utara, Abdul Mutalib. Doc. Andi Jumawi.

Kabarone. com, Konawe Utara – Warga desa Tinondo Indah fokus bertani, inilah yang berhasil di temukan wartawan media ini saat menemui sejumlah warga di desa itu, alasannyapun meyakinkan.

“Kami selaku warga desa memilih untuk bertanih mengingat bertani itu adalah pekerjaan yang sangat menjamin hidup kita kedepan jika kita geluti, kata, Nyoman Dupe saat di temui di kebun Kayu Gaharunya, Kamis (5/1/17).

Kepada wartawan , Nyoman mengungkapkan, keunggulan bertani karena aman dan semunya bisa lakukan pekerjaan ini, olehnya itu kami anggap bertani itu baik. Terkait tanaman kayu Gaharu yang di tanam di kebunnya, Nyoman mengungkapkan, kami sangat berantusias menanam kayu Gaharu ini karena selama ini kami sudah melihat langsung orangnya yang berhasil dalam hal penanaman tanaman ini, contohnya di kampung kami di Bali, ada keluarga kami yang memiliki tanaman ini hanya lima belas pohon ukurannya seperti batang kelapa, usia sekitar 5 – 6 tahun namun oleh pengusaha sudah diminta dua miliar rupiah (2,5) Miliar lebih, hal ini bukan rekayasa dan benar adanya, ungkap Nyoman Dupe.

Untuk Gaharu yang dikembangkan di desa Tinondo indah ini asalnya dari Bali, untuk saat ini warga masih kebanyakan menanam di pekarangan rumahnya, karena mereka Rata-rata warga transmigrasi jadi mereka menanam Gaharu dilokasi perumahan mereka yang masih tersisa sekitar 50 are. Namun menurut Nyoman bisa menampung tanaman gaharu sampai 200 pohon karena jaraknya memang mepet, sekitar 1 meter lebih dan bahkan di desa Kami di Bali desa Goplen namanya begitu mepet bahkan kata keluarga kami gaharu ini hanya dijadikan tanaman selingan sehingga tidak usah diragukan tentang tanaman lainnya, ungkap Nyoman Dupe.

Untuk miliknya sendiri sudah mencapai enam ratus pohon, lain dengan orang tuanya, Ketut Sirni memiliki tanaman gaharu sudah mencapai dua ribu pohon (2.000) dan saat ini bibit yang sedang ditangkar mencapai puluhan ribu sehingga kedepan tanaman gaharu untuk warga di desa Tinondo Indah ini bisa mencapai puluhan ribu pohon terlebih lagi saat ini sedang dibentuk kelompok Pengelola Kayu Gaharu yang diketuai oleh Wayang Salim, tentunya kedepan warga desa ini akan lebih fokus lagi khusus untuk petani gaharu, sekitar 95 persen warga desa Tinondo Indah sudah menanam tanaman ini dan masing masing menanam di pekarangannya.

Kayu Gaharu ini menurut Abdul Mutalib Kepala Desa Tinondo Indah memang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, selain untuk pelindung tanaman lain, juga nilai jualnya sangat fantastis, 30 juta rupiah perkilo isi (Hati) yang dikenal dengan nama Aquilaria Malacensis dan Grinof SP. Jenis ini sangat di cari dan banyak yang membuat orang tersesat di hutan Papua demi Gaharu ini, karena kayu Gaharu termasuk tanaman yang ajaib, orang Papua menamainya kayu Mulia yang mana kayu ini tak sembarang orang bisa menemukannya dihutan.

Namun selain itu kayu ini juga tergolong kayu yang mudah tumbuh di tanah yang letaknya sekitar 200-350 meter dari permukaan laut. Hanya saja tanaman ini perlu perawatan khusus, awalnya bibitnya dibelinya di Bali, di semai dan dimasukkan di polyback berisi tanah campur pupuk organik atau pupuk kandang, setelah itu dilakukan perawatan sekitar paling cepat enam bulan bisa ditanam, bahkan ada sampau setahun di polyback baru bisa di tanam, tergantung dari cari kita melakukanin penangkarannya, setelah itu kita tanam di lahan yang kosong ataupun yang berisi tanaman lain gak masalah karena tanaman ini layaknya tanaman pelindung, ungkap Abdul Mutalib Kades Tinondo Indah. (Andi Jumawi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY