41 BTS Yang Dibangun di Kaltara Sudah Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

41 BTS Yang Dibangun di Kaltara Sudah Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

133 views
0
SHARE

Kabarone.com, Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menginginkan hasil kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah pada 2016 lalu, sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Gubernur pun meminta kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang memiliki kegiatan dan hasilnya belum dimanfaatkan, untuk berupaya agar secepatnya bisa tuntas. “Jangan sampai, sudah ada hasilnya. Kegiatan sudah selesai, tapi belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi nanti mengesankan, proyek itu menjadi mangkrak atau tak berfungsi. Saya minta ini ditindaklanjuti serius,” kata Irianto.

Salah satunya, sebut gubernur, adalah proyek pembangunan menara komunikasi atau tower BTS (base transceiver station). Disebutkan, masih ada beberapa titik tower yang dibangun pada 2016 lalu, yang sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Saya minta kepada OPD yang menangani, dalam hal ini Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi) untuk segera mengkomunikasikan dengan pihak provider atau operator seluler. Bagaimana supaya tower-tower tersebut bisa segera dimanfaatkan,” tegas Irianto saat rapat bersama seluruh pimpinan OPD.

Dikatakan gubernur, jika memang ada kendala-kendala di lapangan, diharapkan segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi. Apalagi tower-tower BTS tersebut sangat diinginkan oleh masyarakat. Utamanya di daerah-daerah yang selama ini belum terjangkai jaringan telepon seluler. “Sesuatu yang tujuannya baik pasti ada kemudahan. Keberadaaan tower itu sangat diharapkan oleh masyarakat. Jangan sampai sudah ada fasilitasnya, tapi ternyata belum bisa difungsikan. Hal ini bisa membuat kecewa masyarakat. Saya minta ini menjadi perhatian serius,” ungkapnya.

Tak hanya tower BTS, Irianto juga meminta hasil kegiatan-kegiatan lainnya yang sudah selesai dan belum bisa dimanfaatkan segera ditindaklanjuti. “Seperti jalan, jembatan, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang sudah selesai atau masih ada kekurangan, saya minta segera ditindaklanjuti. Jangan sampai terhenti. Kalau ada kendala, secepatnya dicarikan solusi. Saya menginginkan, kegiatan-kegiatan 2016 yang sudah selesai, bisa dimanfaatkan,” tegas Irianto.

Sementara itu, terkait dengan tower BTS, berdasarkan informasi Diskominfo Kaltara, disebutkan gubernur, pada 2016 lalu dibangun sebanyak 47 titik. Dengan rincian 41 titik dibangun melalui Kementerian Kominfo atau dengan APBN. Kemudian ada 6 titik yang dibangun melalui APBD Provinsi Kaltara. “Sebanyak 41 titik dibangun di wilayah perbatasan. Sementara yang enam BTS, 4 titiknya di Bulungan, dua titik perbatasan juga,” kata Gubernur yang didampingi Kepala Diskominfo Kaltara, Syahrullah Mursalim.

Sebanyak 41 titik tower BTS yang dibangun di wilayah perbatasan, kata Irianto, sudah onair semua sejak Januari 2017 lalu. Sedangkan yang enam titik sementara masih proses kerjasama dengan pihak operator seluler. “Kalau yang 41 titik tower BTS sudah bisa onair, sudah dapat dimanfaatkan masyarakat. Tinggal yang 6 titik ini, sementara masih proses,” ungkapnya. Disebutkan, sudah beberapa  operator seluler yang berminat untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah, untuk pemanfaatan tower BTS tersebut.

Seperti diketahui, pada 2016 lalu pemerintah telah membangun sebanyak 41 BTS tersebar di 2 kabupaten. Yaitu di Nunukan 23 titik dan Malinau 18 titik.  Irianto mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran yang lumayan besar untuk pembangunan BTS ini. Dengan dibantu oleh pihak provider atau perusahaan penyedia jasa seluler, melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility). “Sistemnya pemerintah hanya mengganggarkan untuk operasional  pengiriman dan lain-lain. Nilainya sekitar Rp 600 juta per titik. Kalau dihitung total anggarannya kurang lebih Rp 24,6 miliar,” jelas Irianto.

Dalam operasionalnya, berdasar informasi dari Kementerian Kominfo melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), ungkap Irianto, menggunakan sistem sewa dengan hitungan per bulan sekira Rp 70 juta per titik. Dalam hal ini bekerjasama dengan Telkomsel. “Semua dibiayai oleh pemerintah, masyarakat tinggal menikmati,” tegasnya. Dikatakan, menara BTS ini memiliki kapasitas radius kurang lebih 3 kilometer. Untuk sementara hanya untuk layanan telepon dan SMS (short message service).

Selain 41 BTS yang dibangun oleh pusat, pemerintah provinsi pada 2016 juga membangun 6 titik menara BTS. Dengan rincian 4 titik di wilayah Bulungan, dan 2 titik di daerah perbatasan. “Empat titik ini dibangun di tempat-tempat yang selama ini belum terjangkau komunikasi seluler. Salah satunya di Muara Bulungan. Kenapa di situ? Selain melayani masyarakat yang berada di daerah pertambakan, juga untuk kebutuhan para nelayan maupun guna keselamatan pelayaran,” jelasnya. Untuk dua titiknya lagi,  yaitu Lumbis Ogong dan Binuang, Kabupaten Nunukan.(hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY