Kemenkes Gelontorkan Rp 15 M Untuk Benahi Fasilitas Kesehatan di Wilayah Perbatasan

Kemenkes Gelontorkan Rp 15 M Untuk Benahi Fasilitas Kesehatan di Wilayah Perbatasan

98 views
0
SHARE

Kabarone.com, Kaltara – Persoalan kesehatan, menjadi salah satu bidang strategis yang menjadi prioritas perhatian oleh Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Apalagi tidak dipungkiri, masih banyak infrastruktur kesehatan yang kurang di provinsi termuda ini.

Terutama masyarakat pedalaman dan perbatasan, sebagian besar masih sulit mendapatkan layanan kesehatan yang prima seperti diharapkan. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie pun mengakui, pembangunan sektor kesehatan tengah berupaya dikuatkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah, melalui berbagai program kegiatannya.

Dari hasil kunjungan Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek di Kaltara beberapa waktu lalu misalnya. Respon positif dari Kementerian Kesehatan, dengan siap menggelontorkan Rp 15 miliar bagi pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan di Long Bawan, Krayan dan beberapa daerah perbatasan lainnya. “Dana itu untuk pengadaan alat kesehatan dan meubelair. Begitu juga Rumah Sakit Pratama Long Ampung yang kita bangun,” kata Irianto.

Dikatakan gubernur, yang sedikit mengalami perlambatan lanjutnya ialah Rumah Sakit Pratama Sebuku, Kabupaten Nunukan. “Kami harapkan Pemkab Nunukan lebih aktif dan berkoordinasi dengan baik dengan pemprov mengusulkan kegiatan usulan anggaran ke pusat,” katanya.

Irianto tak menampik, keberadaan Rumah Sakit Pratama di perbatasan yang dibangun sejak beberapa tahun lalu, belum bisa melayani pasien. Termasuk Rumah Sakit Pratama yang masih minim alat kesehatan, tenaga medis, dan utilitas pendukung lainnya. “Bagi yang masih belum beroperasi itulah yang sedang kita perjuangkan. Bukan hanya alkes, tetapi juga dukungan air bersih, perumahan dokter, dan listrik. Apalagi di wilayah terpencil begitu. Kita akan melakukan sesuatu hal baik melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), maupun perjuangan ke APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” katanya.

Di samping memaksimalkan keberadaan rumah sakit pratama, masih di bidang kesehatan, gubernur mengatakan, program dokter terbang tetap salah satu upaya pemerintah memberi layanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman. Program ini akan terus dikuatkan Kementerian Kesehatan, bersama program Nusantara Sehat. Program ini juga dilakukan pemerintah dengan cara mengirim dokter dan relawan ke pedalaman dan perbatasan secara periodik sejak 2 tahun lalu.

Pemprov rencananya akan memperkuat program pusat tersebut dengan mengadakan speedboat (perahu cepat) yang berfungsi sebagai ambulans. Ambulans yang beroperasi di atas perairan itu direncanakan bisa menjangkau masyarakat di lima kabupaten dan kota. “Kami juga berpikir ada subsidi penerbangan untuk orang sakit. Ini sudah saya perintahkan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindagkop untuk merevisi anggaran,” kata Irianto. Rencananya subsidi ongkos angkut barang ke daerah-daerah perbatasan akan dihemat sedikit untuk dialihkan bagi subsidi ongkos angkit orang sakit di perbatasan. (Md)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY