Gubernur Irianto Lambrie Undang Presiden Jokowi Kunjungi Kaltara

Gubernur Irianto Lambrie Undang Presiden Jokowi Kunjungi Kaltara

219 views
0
SHARE

Kabarone.com, Jakarta – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyampaikan undangan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali berkunjung ke provinsi termuda di Tanah Air ini. Demikian disampaikan Irianto pada Rapat Terbatas (Ratas) terkait evaluasi program strategis nasional dan usulan prioritas Kaltara di Istana Negara Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (21/3) lalu.

“Secara lisan saya mengundang Bapak Presiden (Joko Widodo) untuk kembali berkunjung ke Kaltara. Dan Alhamdulillah, undangan ini direspons baik. Insya Allah nanti akan dijadwalkan,” ungkap Irianto Lambrie yang ditemui usai mengikuti ratas yang dihadiri hampir semua menteri dan pejabat negara.

Untuk diketahui, selama hampir 3 tahun memimpin Indonesia sejak 2014 lalu, Presiden Jokowi sudah 2 kali berkunjung ke Kaltara. Yaitu yang pertama pada 16 Desember 2014 atau sekitar dua bulan setelah dilantik (20 Oktober 2014) dan kunjungan kedua pada 23 Maret 2016, sekaligus meresmikan Bandara Juwata Tarakan.

Irianto mengungkapkan, pemerintah pusat sangat memberikan perhatian kepada Kaltara, apalagi letaknya yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Irianto membeberkan, Presiden begitu menyimak dan langsung merespons sejumlah usulan yang dipaparkan dengan durasi waktu 26 menit.

Presiden, kata Irianto menyebutkan, Kaltara memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Kendati masih berusia muda, dikatakan Irianto, Presiden yakin bisa mengejar ketertinggalan dan maju setara dengan provinsi lainnya khususnya dengan daerah provinsi lain yang ada di Kalimantan.

Dari sisi lapangan usaha, disebutkannya, 24,65 persen perekonomian Kaltara disumbang oleh sektor pertambangan dan 18,09 persen lainnya disumbang oleh sektor pertanian. Meskipun demikian, angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara masih pada posisi 3,75 persen akibat pengaruh fluktuasi harga komoditas, terutama komoditas hasil tambang di pasar dunia.

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada jajarannya di Kabinet Kerja untuk bersama-sama membangun Kalimantan Utara yang lebih baik. “Dalam kesempatan itu, Presiden langsung memerintahkan kepada para menteri terkait untuk membantu pembangunan di Kaltara. Presiden minta agar momentum ini digunakan untuk menata kembali sektor-sektor unggulan di Provinsi Kalimantan Utara, agar ke depan bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yang berdampak pada kesejahteraan rakyat di Kalimantan Utara,” ujar Irianto mengutip pernyataan Presiden.

Bahkan dalam rapat tersebut pula, Irianto mengatakan, Presiden mengingatkan agar dilakukan hilirisasi dan pengembangan industri pengolahan hasil-hasil tambang. “Mengenai hilirisasi dan pengembangan industri, sudah kita lakukan, yaitu dengan membangun kawasan industri dan pelabuhan internasional. Yang nantinya fokus pada smelter. Kemudian untuk hal lain seperti hasil perkebunan, juga sudah mulai berkembang dibangunnya industri pengolahan, seperti pabrik CPO (cruide palm oil) dan lainnya,” paparnya.

Kemudian untuk mendukung pengembangan industri, pemerintah juga mendorong pembangunan sumber energy berbasis konservasi. Dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada di Kaltara, akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Peso oleh PT Kayan Hydro Energy yang pembangunan fisiknya direncanakan dimulai tahun ini.

Pembangunan PLTA tahap pertama diproyeksi menghasilkan 900 megawatt itu, juga sebagai upaya memenuhi infrastruktur ketenagalistrikan guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik di Kalimantan Utara.

Irianto menambahkan, berkaitan dengan masalah infrastruktur, Presiden Joko Widodo juga sangat merespons baik. Salah satunya di sektor perhubungan.  Presiden meminta agar revitalisasi Bandara Juwata dan beberapa bandara lain di Kaltara. Hal ini untuk memperlancar konektivitas antar daerah di Tanah Air.

“Kemudian di bidang ke-PU (Pekerjaan Umum), juga disetujui. Presiden meminta fokus pada pembukaan keterisolasian wilayah. Untuk ini, kami akan mengusulkan pembangunan jalan ke perbatasan, dari Malinau ke Long Midang. Menteri PU juga tadi merespons dan berencana meninjau ke Kaltara,” paparnya. (hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY