Memperingati HUT Ke-50, Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) Gelar Seremoni dan Talkshow...

Memperingati HUT Ke-50, Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) Gelar Seremoni dan Talkshow Tentang Teknologi Energi Terbarukan

48 views
0
SHARE

Kabarone.com, Jakarta – Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan sejak tanggal 22 November 1967 di Jakarta. Selama 50 tahun perjalanannya, PIII secara berkesinambungan telah berkiprah terhadap pendidikan perempuan serta anak Indonesia dengan tujuan meningkatkan pemahaman perempuan Indonesia atas perkembangan teknologi dan pemanfaatan energi di rumah untuk kehidupan keluarga Indonesia yang lebih baik. Mengingat anggota dan pengurus PIII adalah perempuan insinyur dan sebagian besar istri insinyur sehingga diharapkan perempuan PIII sebagai istri dapat pula berperan aktif dalam mendampingi suami melalui profesinya sebagai insinyur dalam mengawal proses pembangunan bangsa Indonesia.

Seperti halnya kegiatan talkshow yang diselenggarakan untuk mengawali perayaan puncak Hari Ulang Tahun PIII Ke-50 merupakan bagian dari penguatan informasi mengenai energi terbarukan dan penghematan energi sebagai bentuk komitmen PIII. Talkshow dalam rangka kerjasama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut mengangkat tema “Pemanfaatan Teknologi Terkini dan Terbarukan dalam Mendorong Perilaku Hemat Energi Keluarga Indonesia”. Dalam talkshow tersebut menghadirkan para pembicara: Ir. Rida Mulyana M.Sc. (Ditjen EBTKE, ESDM), Bambang Sumaryo Hadi (Ketua Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap Indonesia), Deva Rachman (Group Head Corporate Communication Indosat Ooredo), Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian (Anggota DPR RI), dan Ir. Nia Said Didu (Ketua Umum PIII).

Dalam talkshow tersebut dipaparkan mengenai Energi Baru dan Terbarukan (EBT) terkait regulasi pemerintah, antara lain berdasarkan Perpres 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional dan UU No.30/2007 tentang Energi (pasal 20 ayat 4 yang menjelaskan pemerintah wajib meningkatkan energi baru dan terbarukan). Selain itu dipaparkan pula tentang penerapan dan pemanfaatan EBT dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya mendorong perilaku hemat energi bagi perempuan dan keluarga Indonesia. Perilaku hemat energi adalah kesadaran dan tanggung jawab terhadap penggunaan energi untuk kelestarian lingkungan hidup.

Energi Baru merupakan bentuk energi yang dihasilkan oleh teknologi baru baik yang berasal dari energi terbarukan maupun energi tak terbarukan, antara lain hidrogen, coal bed methane, batu bara yang dicairkan (liquefied coal), batu bara yang digaskan (gasified coal), dan nuklir. Sedangkan Energi Terbarukan merupakan sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain panas bumi, bahan bakar nabati (biofuel), aliran air sungai, panas surya, angin, biomassa, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.

Menurut data tahun 2015, penggunaan EBT hanya 7% dan ditargetkan pada tahun 2025 penggunaan EBT dapat mencapai 23% dari total kebutuhan energi nasional. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menggerakkan berbagai program antara lain “Potong 10%” penggunaan listrik untuk hemat energi. Secara nasional, menghemat listrik 10% lebih mudah dilakukan daripada membangun sumber energi 10% karena membutuhkan pembangunan setara 10 MW dan dana sekitar 450 trilyun. Sejalan dengan target yang dicanangkan pemerintah tersebut, isu tentang energi terbarukan dan perilaku hemat energi turut menjadi kepedulian PIII, mengingat perempuan dan keluarga Indonesia memiliki peran penting dalam mewujudkan program tersebut.

Selain penyelenggaraan talkshow, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-50, PIII menggelar rangkaian acara yang berlangsung pada hari ini, tanggal 22 November 2017 di The Sultan Hotel, Jakarta yang meliputi acara seremoni pembukaan oleh Menteri ESDM bersama Ketua Umum PIII, penayangan video Kaleidoskop 50 Tahun PIII, penyerahan penghargaan kepada Almh. Ainun Habibie yang diterima oleh B.J. Habibie, serta prosesi pemotongan tumpeng sebagai penutup acara. (DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY