Lagi – lagi Bangunan Atap Plavon SDN di Lamongan Ambrol

Lagi – lagi Bangunan Atap Plavon SDN di Lamongan Ambrol

212 views
0
SHARE

Kabarone.com, Lamongan – Kejadian berkali – kali terulang kembali setelah ambrolnya plavon SDN Bulutengger di kecamatan sekaran beberapa tahun lalu dan selanjutnya di SDN Tawangrejo I di Kecamatan Turi beberapa bulan lalu, kali ini terjadi lagi pada hari jum’at malam pada tanggal 21 april 2017 plavon SDN Tritunggal II kecamatan Babat ambrol. Jum’at,(28/4/2017).

Seharusnya hal ini tak perlu terjadi berulangkali bahkan pastinya menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah, khususnya dinas pendidikan kabupaten Lamongan.
Bahkan kondisi atap plavon SDN yang ada di ruang kelas yang lain pun sangat memprihatinkan sekali, bahkan banyak yang mau ambrol susulan.

Dalam kejadian ini Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Babat Hj. Sri Utami belum bisa di konfirmasi ketika wartawan datang ke kantornya karena kesibukannya dalam persiapan Gebyar Seni Hardiknas yang akan di laksanakan mendatang, maka belum bisa ketemu, Kepala UPT yang menjabat baru beberapa bulan ini memang sangat disibukkan dengan banyaknya pekerjaan rumah yang harus di selesaikan,”kata staf UPT yang tak mau di sebut namanya.

Sementara Aisatul Aisiyah selaku Kepala Sekolah SDN Tritunggal II Babat saat di temui diruang kantornya mengungkapkan, atas kejadian ini sangat kami sesalkan karena apabila ambrolnya plavon tersebut terjadi saat jam pelajaran dan sampai ada korban, tapi Alhamdulillah kejadian terjadi di luar jam pelajaran alias malam hari saat hujan campur angin, padahal di ruang tersebut jum’at siangnya masih dipakai pertemuan dharma wanita dan selesai jam 14.00 WIB baru diketahui sabtu pagi saat anak – anak mau masuk kelas dan terjadi ramai – ramai celotehan anak – anak.
Atas kejadian tersebut langsung kami ambil gambar lalu serpihan reruntuhan ambrolnya plavon kami bersihkan bersama – sama. Kemudian kami laporkan ke Kepala UPT Dinas Pendidikan Hj. Sri Utami dan langsung direspon, nurut ia selanjutnya akan ditindaklanjuti untuk pelaporan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan agar mendapatkan bantuan rehap,” ungkapnya.

Masih menurut Kepala Sekolah, plavon yang ambrol tersebut waktu itu dapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun 2012. dan plavon di bagian ruang kelas sebelah Timur bantuan DAK tahun 2009 itupun mau ambrol juga menunggu hitungan hari dan jam, pokoknya plavon – plavon di ruang kelas SDN Tritunggal II semuanya parah mas. Disamping itu juga Kamar Kecil dari bantuan DID setelah di bangun dan baru di pakai sekali sudah tak bisa di pakai kembali sampai saat ini karena dugaan teknik perencanaannya yang tak maximal karena blum selesai contraktor yang dapat tender tersebut tak bertanggung jawab sebelum selesai, begitu juga gedung SDN ini dua kali kena angin puting beliung akan tetapi biaya perbaikanya merogo kocek Kepala Sekolah dan para dewan guru yang lain bahkan keuangan sekolah saat ini juga masih minus.
Harapan Kepala Sekolah agar ambrolnya plavon dan juga akan di iringi ambrolnya plavon – plavon yang ada menjadikan perhatian khusus oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dan Pemerintah dan selanjutnya dilakukan perbaikan se segera mungkin dan mohon maaf hal ini kami sampaikan bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan tapi murni untuk kepentingan hajat hidup orang banyak dalam hal ini untuk mencerdaskan anak bangsa khususnya di sekolah kami,” ungkap Aisatul Aisiyah yang juga menyandang predikat sebagai Juara harapan II Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur yang mewakili Kabupaten Lamongan tersebut.

Dalam kesempatan yang berbeda Kabid SD, Syukur saat ditemui Tim wartawan di ruang kerjanya menegaskan, dalam masalah ambrolnya bangunan plavon SDN Tritunggal II di Kecamatan Babat sejauh ini belum mengetaui dan belum dapat laporan, akan tetapi ia sudah melakukan pencatatan semua kejadian atas informasi dari rekan media tersebut dan dilakukan pengecekkan ke bagian sarana prasarana Dinas Pendidikan apakah lembaga tersebut sudah dapat alokasi anggaran bantuan apa tidak untuk tahun ini. Kalau tidak akan di usahakan di bantuan PAK tahun ini, kalau belum bisa ya akan di anggarkan untuk mendapatkan bantuan tahun 2018 mendatang. Dan selanjutnya pihaknya akan segera melakukan sidak ke lembaga SDN Tritunggal II biar tau secara pasti,”tegas Kabid Syukur.

Kejadian berulang kali atas fakta ambrolnya plavon di masing – masing lembaga SDN tersebut Non Governmen Organisation (NGO JALAK), Purwadi atas nama Sekjen angkat bicara untuk peduli terhadap kemjuan dunia pendidikan di Kabupaten Lamongan. Ia menuturkan, harusnya Dinas Pendidikan bisa mengantisipasi hal tersebut lebih dini. Meski DAK adalah kewenangan pemerintah setempat, namun pihak dinas harusnya lebih sering – sering turun ke lapangan untuk meninjau ke Lembaga – lembaga sebagai binaannya.
Peninjauan untuk memeriksa gedung, kegiatan, dan apa yang masih kurang yang di butuhkan sekolah tersebut. Jika memang keberadaan sekolah tidak memungkinkan, dinas bisa memberikan laporan langsung kepada bupati.
Hal itu dimaksudkan supaya pemerintah bisa meng update mendapatkan semua data riil di lapangan.
Sepertinya halnya yang terjadi ambrolnya beberapa plavon Lembaga SDN baru – baru ini.
Dengan adanya data yang akurat serta ada perkiraan daya tahan bangunan, setiap pemimpin daerah (Bupati) tentu memiliki rencana, baik rencana pembangunan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dalam masa kepemimpinannya untuk pemberian.

Apalagi, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan yang masih baru, Adi Suwito, yang di lantik baru beberapa bulan mungkin punya Brandding gebrakan baru dan hal ini sangat di tunggu – tunggu oleh pelaku pendidikan di Kabupaten Lamongan.

Guna meminimalisir hal tersebut, dinas pendidikan tak hanya duduk diam dimeja jabatannya tapi seyogyanya bisa bersinergi ataupun bekerja sama dengan Dewan Pendidikan, Lsm, NGO dan rekan – rekan Pers setempat. Peranan mereka – mereka sebagai fungsi kontrol bakal memudahkan pengawasan pemerintah dalam pembangunan khususnya di bidang pendidikan.
Jika itu berjalan, kasus – kasus tentang kerusakan gedung sekolah dipastikan bisa diminimalisir. Pemerintah pun bisa memacu kualitas pendidikan tanpa kendala prasarana. Yang lebih penting lagi, pemerintah tidak terkesan lamban untuk merenovasi gedung – gedung sekolah yang tak layak,” tutur Sekjen NGO JALAK, (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY