Buron Pemilik Sabu 2 Kg Tertangkap Saat Mandi

Buron Pemilik Sabu 2 Kg Tertangkap Saat Mandi

738 views
0
SHARE

Kabarone.com, Tanjung Selor – Masih ingat kasus kepemilikan sabu seberat 2 kilogram yang berhasil digagalkan jajaran Kepolisian Resort Bulungan (Polres) Bulungan, hingga menyeret tersangka Nursalam?

Kali ini, polisi berhasil mengungkap otak pemilik sabu tersebut.

Dia adalah Arman Suyuti (39) alias Saddang, warga Desa Bukaka Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone (Sulsel) yang sehari-harinya bekerja swasta.

Saddang menjadi DPO Polres Bulungan, setelah melakukan pengembangan kasus kepemilikan sabu oleh Nursalam. Nursalam sendiri ditangkap di Jl. Jelarai, Tanjung Selor saat tengah membawa sabu yang dipasok dari Malaysia tersebut menuju Berau, untuk kemudian diterbangkan ke Bone.

Kapolres Bulungan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eka Wahyudianta, Jumat (4/9/2015), saat dikonfirmasi media membenarkan, Saddang sudah diamankan Polres Bulungan.

Bagaimana proses pengungkapan hingga penangkapan Saddang? Sejak Polres menggagalkan pengiriman sabu yang dibawa Nursalam yang notabene juga sebagai warga Desa Bukaka Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Polres Bulungan intens berkoordinasi dengan Polda Sulselbar, dan Polres Bone.

Menilik waktu pengungkapan awal, Nursalam tertangkap pada 15 Januari 2015 di Jl. Jelarai, Tanjung Selor, depan rumah jabatan Bupati Bulungan. Itu artinya, polisi baru bisa meringkus Saddang kurang lebih 8 (delapan) bulan lamanya.

“Kami bekerjasama dengan Polda Sulselbar, BNN, dan juga selalu intens berkoordinasi dengan jajaran Polres Bone untuk melacak yang bersangkutan. Bahkan saya berkali-kali berkomunikasi dengan Pak Yuliar Kus Nougroho, Kapolres Bone untuk membantu mencari DPO,” sebut Eka.

Keberadaan Saddang menurut pengakuan Kapolres sering berpindah-pindah antara Bone, Makassar, dan Mamuju (Sulawesi Barat). Namun pada 31 Agustus 2015, status Saddang sebagai buron tamat.

“Terakhir terendusnya di Bone di rumahnya. Jadi aparat Polres Bone langsung melakukan penangkapan di situ. Kebetulan dia sedang di kamar mandi waktu itu,” beber Kapolres.

Dari keterangan saksi Syafril seorang penyedia transportasi yang diintrogasi Polres Bone lanjut Kapolres, membenarkan bahwa Saddang yang memerintahkan Nursalam berangkat ke Bulungan untuk menjemput sabu yang dipasok dari Malaysia tersebut melalui Nunukan dan Tarakan.

Saddang baru tiba di Bulungan pada Selasa (2/9/2015). Ia diantar langsung jajaran Reskrim Polres Bone. Pelimpahan tersebut dilakukan lantaran memang tempat kejadian pengungkapan sabu di wilayah hukum Polres Bulungan. Kendati demikian, oleh Polres Bulungan, Saddang belum dijadikan tersangka lantaran masih menjalani proses pemeriksaan.

“Tetapi kuat mengarah ke sana (tersangka). Apalagi dua sudah menyiapkan penasehat hukum. Tapi saat ini kami dalami dan kami periksa dan akan konfrontir dengan tersangka Nursalam apabila dia mengelak nantinya. Terkait apakah hal ini akan meringankan tersangka Nursalam, tergantung nanti di persidangan,” sebutnya.

Sayangnya, Polres Bulungan belum bisa memperlihatkan Saddang kepada media. “Kami masih lakukan pendalaman dulu apakah sabu itu sudah dibayar atau belum ada transaksi,” ujarnya. (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY