Indonesia dan Uni Eropa Memasuki Era Baru Dalam CEPA

Indonesia dan Uni Eropa Memasuki Era Baru Dalam CEPA

542 views
0
SHARE
Presiden RI Joko Widodo, didampingi Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong, saat melakukan kunjungan ke port of Rotterdam

Kabarone.com, Brussels – Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) menegaskan Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa telah memasuki sejarah baru dengan diselesaikannya pembahasan scoping papers mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Pembahasan ini sempat terhenti selama beberapa tahun.

“Hari ini, Presiden menegaskan, scoping papers dapat diselesaikan, dan perkembangan ini akan menjadi catatan sejarah karena negosiasi akan segera dimulai,” kata Menteri Perdagangan Tom Lembong disela-sela konferensi pers bersama Presiden Jokowi dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Kantor Komisi Eropa, di Brussels.

Tom Lembong menyampaikan bahwa menurut Presiden Joko Widodo Scoping Papers ini akan menjadi dasar bagi negosiasi CEPA.  “Presiden berharap negosiasi dapat segera dilakukan. Kita sekarang menunggu proses prosedural diantara negara-negara anggota EU. Sebelum secara formal memulai putaran negosiasi. Tapi yang jelas Indonesia siap,” kata Mendag.

Indonesia mempertegas kesiapannya dalam melakukan negosiasi CEPA karena komitmen Indonesia untuk menjadikan ekonomi Indonesia lebih terbuka dan kompetitif. Pada Pertemuan Presiden Jokowi dengan Kanselir Merkel dan PM Cameron menegaskan dukungannya agar negosiasi Indonesia-UE CEPA segera dimulai.

Menurut Tom Lembong, Presiden Jokowi menegaskan bahwa CEPA akan memperkuat perekonomian Indonesia dan negara-negara Eropa. Presiden Joko Widodo, kata Tom, menjelaskan perkembangan ekonomi Indonesia yang pada triwulan terakhir tahun 2015 mencapai pertumbuhan 5,04 persen. Mendengar itu, Presiden Komisi Eropa memberikan komentar bahwa pertumbuhan yang dicapai oleh Indonesia merupakan pertumbuhan di atas Eurozone.

Dalam isu berbeda, Presiden Joko Widodo mengharapkan FLEGT Licence dapat segera diterapkan. “Presiden khawatir atas diskriminasi dan kampanye hitam atas CPO Indonesia. Presiden menekankan “sustainability” adalah prioritas Indonesia,” kata Tom.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Presiden Parlemen Uni Eropa Martin Schulz, Presiden Jokowi juga menegaskan perlakuan non diskriminasi atas CPO Indonesia. “Presiden Joko Widodo meminta perlakuan non diskriminasi pada CPO Indonesia. Presiden Jokowi mengatakan isu “sustainability” merupakan prioritas bagi Indonesia,” tegas Tom Lembong usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo bertemu Presiden Parlemen Uni Eropa Martin Schulz, Kamis, 21 April 2016, di Kantor Presiden Uni Parlemen Eropa di Brussels.

“Presiden Parlemen Uni Eropa menganggap Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dunia, seperti isu Arab Saudi dan Iran. Uni Eropa sangat menghargai peran-peran strategis ini,” imbuh Tom.

Scoping paper Indonesian-EU CEPA tersebut sebagai dokumen rujukan bersama kedua pihak agar ada ekspektasi dan persepsi yang sama dalam membentuk kerjasama CEPA. Mulai dari hal-hal yang sifatnya prinsipil, tujuan serta area atau sektor yang akan menjadi cakupan dari CEPA.

Sebagai kerjasama yang modern, IEU CEPA diharapkan tidak hanya mencakup area yang selama ini selalu menjadi bagian dari kerjasama FTA atau CEPA seperti akses pasar fasilitasi dan kerjasama peningkatan kapasitas untuk perdagangan barang-jasa ataupun investasi, tapi juga hal-hal lain seperti e-commerce, trade and sustainable development, penegakan HKI dan aspek lainnya. Dengan adanya CEPA ini Indonesia sangat berpeluang untuk memperjuangkan kepentingan nasional di pasar global khususnya Eropa

Meskipun Scoping Paper IEU CEPA ini bersifat non-binding, non legal document namun memiliki fungsi yang strategis bagi proses perundingan dan bagi pembahasan substansi kedepan ujar Tom Lembong. Diharapkan dengan disepakatinya scoping paper tersebut akan mempermudah jalannya negosiasi karena sudah tercapai kesamaan persepsi antar kedua pihak. Demikian juga dari segi substansi, akan membantu memberikan sinyal yang signifikan bagi pelaku usaha kedua pihak mengenai keseriusan pemerintah Indonesia dan UE untuk membangun infrastrukstur dan postur kerjasama ekonomi perdagangan dan investasi yang strategis.

Mendag Tom Lembong merupakan salah satu Menteri Kabinet Indonesia bersatu yang mendampingi Presiden RI dalam kunjungan ke Eropa minggu ini. (Supri)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY